Si Kecil Tampak Lelah Sepanjang Waktu? Ini Kemungkinan Penyebabnya

Si Kecil Tampak Lelah Sepanjang Waktu? Ini Kemungkinan Penyebabnya

Anak-anak biasanya akan terlihat kelelahan setelah pulang sekolah atau bermain. Ini merupakan hal yang normal. Namun, jika Si Kecil tetap terlihat capek setelah beristirahat, kemungkinan dia mengalami sindrom kelelahan kronis.

Sindrom kelelahan kronis merupakan suatu kondisi yang menyebabkan anak merasa lelah secara berlebihan, walau sudah beristirahat. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada fisik anak, namun juga keadaan emosionalnya. Tak jarang ia menjadi tak bersemangat melakukan aktivitas dan sulit berkonsentrasi saat belajar.

 

 

Mengenali Penyebab dan Gejala Sindrom Kelelahan Kronis pada Anak

Penyebab sindrom kelelahan kronis belum diketahui secara pasti. Penelitian menduga bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti lingkungan, genetik, usia, gangguan psikologis (cemas, stres, dan depresi), dan masalah kesehatan yang dialami anak (anemia dan tekanan darah rendah).

Sindrom kelelahan kronis ditandai dengan gejala berupa rasa lelah yang berlebihan, sakit kepala, pusing, sulit tidur, sakit tenggorokan, dan mual.

Hanya saja, kondisi ini cukup sulit untuk didiagnosis karena memiliki kemiripan dengan penyakit lain. Untuk mendiagnosis kelelahan kronis, dokter akan bertanya pada Si Kecil apakah ia selalu merasa kelelahan sepanjang waktu meski sudah beristirahat, serta apakah ia mengalami keluhan lain seperti yang sudah disebutkan di atas.

Kepada Bunda, dokter akan menanyakan mengenai apa saja kegiatan Si Kecil dulu dan sekarang, dan sudah berapa lama Si Kecil mengalami kelelahan. Bila perlu, dokter akan menyarankan tes darah untuk memastikan tidak ada penyakit yang membuat Si Kecil lelah.

Cara Mengatasi Sindrom Kelelahan Kronis pada Anak

Selain menjalani pengobatan dari dokter, Bunda juga bisa membantu penyembuhan sindrom kelelahan kronis yang dialami Si Kecil dengan beberapa cara berikut ini:

1. Ajak ia untuk rutin berolahraga

Mengajak Si Kecil untuk rutin berolahraga adalah salah satu langkah tepat yang bisa Bunda lakukan dalam membantunya mengatasi rasa lelah. Dengan olahraga, kebugaran tubuh Si Kecil akan tetap terjaga.

2. Bantu ia mengatasi stres

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, stres dapat memicu sindrom kelelahan kronis. Jadi, cobalah bujuk Si Kecil agar mau bercerita tentang masalah yang mungkin sedang dihadapinya, baik yang berkaitan dengan pelajaran di sekolah maupun teman-temannya.

Jika ternyata ada, usahakan untuk menyelesaikan masalah itu secepatnya. Bila perlu, libatkan guru dan orang tua teman-temannya untuk sama-sama menciptakan suasana yang nyaman.

3. Cukupi kebutuhan tidurnya

Penting bagi Bunda untuk memastikan kebutuhan tidur Si Kecil tercukupi. Waktu tidur malam yang ideal untuk anak-anak berusia 2-6 tahun adalah 11-13 jam, sedangkan untuk anak-anak berusia 6-10 tahun adalah 10-11 jam.

4. Cukupi kebutuhan nutrisinya

Lawan sindrom kelelahan kronis yang tengah dialami Si Kecil dengan mencukupi kebutuhan nutrisinya, terutama karbohidrat, protein, dan vitamin. Zat-zat tersebut bisa Bunda dapatkan dari nasi, buah-buahan, sayuran, daging-dagingan (ikan, ayam, atau sapi), dan susu rendah lemak. Jangan lupa juga untuk menjaga asupan cairan Si Kecil agar ia terhindar dari dehidrasi.

Sindrom kelelahan kronis merupakan penyakit yang tekadang sulit untuk dipahami dan dideteksi. Oleh karena itu, sebagai orang tua, Bunda harus peka terhadap perubahan apa pun yang terjadi pada diri Si Kecil.

Jangan ragu untuk langsung membawa Si Kecil ke dokter jika terdapat gejala-gejala sindom kelelahan kronis. Selain penanganan dari dokter, dukungan Bunda dan anggota keluarga lainnya sangat dibutuhkan untuk membantu Si Kecil sembuh dari penyakit ini.