Finger Food Pada Bayi, Pentingkah?

bayi memegang buah dengan tangannya

Finger Food Pada Bayi, Pentingkah?

Finger food pada bayi dapat menjadi media belajar yang baik kala mengikuti perkembangan si kecil. Semula hanya sekadar menangis, lambat laun ia semakin dapat melakukan berbagai gerakan, misalnya duduk sambil bergoyang hingga menggerak-gerakan tangannya ke wajah dan memasukkan makanan ke mulutnya. Pada fase jelang usia satu tahun, mencoba mengenalkannya dengan finger food adalah hal yang baik. Finger food sendiri adalah makanan yang dapat dimakan dengan mudah dengan cara digenggam. Menurut American Academy of Pediatrics, (AAP), finger food haruslah berukuran kecil dan mudah lumer ketika terkena tekanan sehingga mudah untuk ditelan dan tidak akan membuatnya tersedak.

Memberikan finger food dapat mengembangkan kemampuan motorik si kecil selain mainan. Memilih finger food pada bayi sangatlah penting karena dapat menjadi sarana latihan dimana tangannya akan berlatih untuk menggenggam, mengarahkan makanan tersebut, mengambil dan meletakkannya lagi. Hal tersebut memadukan ragam kerjasama tubuh yang baik untuknya. Setibanya makanan tersebut di mulut, ia akan secara refleks membuka mulutnya dan kemudian mengkoordinasikan mulutnya untuk mengunyah dan menelan makanan.

Selain untuk memenuhi kebutuhan asupan gizi, memberikan finger food pada bayi juga memiliki manfaat lain seperti:
1. Mengenalkan anak agar untuk mengetahui ragam makanan
2. Mengenalkannya dengan tekstur, warna, dan berbagai jenis rasa sejak dini
3. Membiasakan si kecil untuk mulai makan sendiri. Hal ini membuatnya menjadi mandiri dan membuat anda tidak repot lagi. Dan dengan ini ia dapat lebih percaya diri untuk mempelajari banyak hal baru secara mandiri.

Pemberian makanan ini menyesuaikan dengan usia si kecil. Memberikannya sekali sehari di fase 6-8 bulan , jelang usia setelahnya dengan memberikan asupan finger food dapat ditambah menjadi 2 kali sehari. Jangan lupa memberikannya antara jeda makan saja karena sifatnya adalah camilan makan. Memasuki usia 9 bulan hingga 1 tahun memiliki porsi lebih besar menjadi 2 kali sehari